JurnalBanten.id, Metropolitan – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung geram mengetahui bocah 6 tahun dari Kelurahan Kramat, Jakarta Pusat mengalami koma setelah diduga menjadi korban perundungan dua remaja. Dia meminta pelaku ditindak dengan tegas.
“Jadi untuk pembullyan yang terjadi di Senen, karena kebetulan di CCTV-nya terlihat, saya sudah meminta untuk ini ditindaklanjuti. Siapa pun yang melakukan pembullyan di Jakarta, maka akan kami ambil tindakan setegas-tegasnya,” kata Pramono di Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Dia juga menyampaikan jika pelaku terkait merupakan peserta didik yang menerima bantuan pendidikan baik berupa Kartu Jakarta Pintar (KJP) maupun Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), maka bantuan harus dicabut.
“Kalau bagi warga misalnya dia pelajar dan dia pemegang Kartu Jakarta Pintar atau Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul, maka yang seperti itu kita tarik KJP maupun KJMU-nya,” ucap Pramono.
Lebih lanjut, dia juga memerintahkan agar lokasi-lokasi yang rawan aksi perundungan dijaga ketat dinas terkait. Sebab, kata Pramono, perilaku perundungan tak dapat ditoleransi.
“Saya sudah menyampaikan kepada dinas terkait terutama Dinas Pendidikan untuk ini, termasuk Satpol PP dan sebagainya untuk ruang tempat-tempat yang dilakukan pembullyan seperti itu Pemerintah DKI Jakarta tidak memberikan toleransi sama sekali,” ucapnya.
Sebelumnya, nenek korban, Linda Reselin mengatakan bahwa cucunya berinisial MWP sempat koma dan dirawat di RSCM setelah tersengat listrik saat dirundung dua remaja.
“Kalau sekarang cucu saya sudah sadar tapi dia masih takut kalau bertemu orang,” kata Linda kepada wartawan Kamis (10/6/2026).
Menurut dia, penyiksaan itu terjadi pada Minggu (7/6/2026). Berdasarkan video kamera pengawas atau CCTV, terdapat dua remaja yang membawa sang bocah untuk ditempelkan ke tiang listrik.
Nahas, tiang listrik yang berada di dalam area taman Kramat Pulo, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, mengalami kebocoran sehingga korban tersengat dan kejang-kejang lalu pingsan.
“Saya lihat CCTV yang ada di dalam taman. Ternyata di dalam rekaman terlihat cucu saya dipersekusi oleh dua orang yang diketahui berinisial LNG dan RVN. Cucu saya sempat diseret, dan dibawa ke tiang yang ternyata tiang tersebut ada aliran listriknya hingga menyebabkan cucu saya kesetrum,” ujarnya.
Linda mengatakan bahwa kasus tersebut telah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat. Namun, hingga kini belum ada yang pihak yang ditangkap petugas kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.







