JurnalBanten.id, Nasional – Kementerian Agama menggelar Sidang Isbat penetapan 1 Zulhijah 1447 Hijriah sekaligus penetapan Hari Raya Idul Adha 1447 H di kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta, Minggu (17/5/2026) hari ini.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Sidang isbat menjadi forum bersama untuk memadukan hasil hisab dan rukyatukhilal guna menetapkan awal Zulhijah 1447 H secara akurat dan dapat diterima seluruh umat Islam Indonesia,” kata Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag Arsad Hidayat, Minggu.

Arsad menjelaskan, rangkaian sidang isbat akan diawali dengan Seminar Posisi Hilal pada Minggu sore pukul 16.30 WIB yang dihadiri oleh para pakar dan perwakilan organisasi masyarakat Islam.

“Seminar ini menjadi ruang penguatan data hisab dan rukyat sebelum pelaksanaan sidang isbat,” ujar Arsad Hidayat.

Setelah seminar, sidang isbat digelar secara tertutup mulai pukul 18.00 WIB.

Hasil penetapan 1 Zulhijah 1447 H kemudian diumumkan kepada masyarakat melalui konferensi pers pada pukul 19.00 WIB.

Sidang isbat melibatkan berbagai unsur, mulai dari duta besar negara sahabat, Wakil Menteri Agama, Komisi VIII DPR RI, jajaran eselon I dan II Kementerian Agama, BMKG, Badan Informasi Geospasial (BIG), BRIN, Majelis Ulama Indonesia, ormas Islam, pakar falak, Tim Hisab Rukyat Kemenag, akademisi, hingga pimpinan pondok pesantren.

Selain sidang isbat, Kementerian Agama juga menggelar Seminar Data Hisab Awal Zulhijah 1447 H dari Sudut Pandang Pakar dan Ormas Islam pada pukul 16.30 WIB.

Seminar tersebut menghadirkan narasumber dari berbagai organisasi Islam dan Tim Hisab Rukyat Kemenag.

Narasumber yang hadir antara lain Cecep Nurwendaya dari Tim Hisab Rukyat Kemenag, Hendro Setyanto dari PB Nahdlatul Ulama, Mohammad Mas’udi dari PP Muhammadiyah, Syarief Ahmad Hakim dari PP Persatuan Islam (Persis), serta Zufar Bawazir dari PP Al-Irsyad Al-Islamiyah.

Arsad menegaskan, pelibatan pakar dan organisasi Islam dalam seminar maupun sidang isbat merupakan bagian dari upaya menghadirkan proses penetapan awal bulan Hijriah yang transparan dan inklusif.

“Melalui forum ini, Kemenag ingin menghadirkan proses penetapan awal Zulhijah yang transparan, ilmiah, dan melibatkan berbagai unsur ormas Islam,” kata Arsad.

Sementara itu,  Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sendiri telah menetapkan bahwa hari raya Idul Adha 2026 jatuh pada 10 Zulhijah 1447 Hijriah atau tepatnya 27 Mei 2026 Masehi.

Muhammadiyah menetapkan awal bulan atau tanggal 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 Masehi, dengan begitu Hari Arafah atau 9 Zulhijah 1447 H jatuh pada 26 Mei 2026.