JurnalBanten.id, Nasional – Presiden Prabowo Subianto akhirnya buka suara usai merombak tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Di hadapan ribuan orang yang terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Prabowo mengaku sedih mengganti orang-orang yang disayangi dan dipercayainya dalam mengemban tugas berat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Saya juga sebetulnya hari ini, saat ini, sebetulnya saya sedih. Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam keadaan sedih, karena saya terpaksa mengganti orang-orang yang saya sebenarnya saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas untuk negara yang sangat berat,” kata Prabowo di acara ‘Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition’, di Sentul International Convention Center (SICC) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).

Prabowo berdiri di harapan 12.173 peserta yang terdiri dari Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG), Koordinator Regional (Koreg) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) seluruh Indonesia, Koordinator Wilayah (Korwil), Kepala SPPG, serta para mitra pelaksana program MBG.

Prabowo mencopot Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN, serta dua Wakil Kepala BGN yakni Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung dan Irjen (Purn) Sony Sonjaya.

Sebagai gantinya, Prabowo mengangkat Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN. Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.

Prabowo mengaku tidak ingin berkomentar banyak sebab ketiga mantan pimpinan BGN itu sedang menghadapi penyelidikan hukum di Kejaksaan Agung. Prabowo tak ingin melakukan intervensi hukum.

“Saya tidak mau banyak komentar, karena mereka-mereka ini menghadapi masalah penyelidikan hukum. Karena itu, saya tidak boleh banyak komentar, nanti seolah saya memengaruhi,” ujarnya.

Dia menegaskan keputusannya mencopot tiga pimpinan BGN bukan hal mudah. Namun, dia mengingat pesan ayahnya, Soemitro Djojohadikusumo untuk terus berpihak kepada rakyat.

“Mengganti mereka itu tidak ringan bagi saya. Tapi, saya ingat kata-kata almarhum ayahanda saya, Profesor Soemitro, pernah mengatakan kepada saya, ‘Prabowo, kalau suatu saat kau dalam keadaan bingung atau keadaan ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu’,” tutur Prabowo.

Dadan yang kini berstatus tersangka korupsi tata kelola MBG, merespons keputusan Prabowo dengan ucapan terima kasih karena diberi kesempatan menjadi anggota kabinet Merah Putih.

“Saya berterima kasih tidak terhingga karena telah diberi kesempatan menjadi Anggota Kabinet Merah Putih, yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya,” kata Dadan kepada wartawan, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, perombakan pimpinan BGN merupakan hak prerogatif Prabowo sebagai presiden.

“Pergantian anggota kabinet merupakan hak mutlak penuh Bapak Presiden RI. Beliau paham betul yang terbaik untuk melaksanakan program kerja yang dicanangkan,” tuturnya.

Dadan juga optimistis Prabowo akan sukses memimpin bangsa Indonesia.

“Insha Allah beliau akan sukses memimpin bangsa Indonesia, dan membawa kesejahteraan pada seluruh masyarakat,” sambung Dadan.