JurnalBanten.id, Banyumas – Fakta baru terungkap dalam pembunuhan EM (67), pemilik bengkel di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang didalangi istrinya bersama selingkuhannya.
Dari hasil pengembangan, istri korban, IF alias Y (61) dan selingkuhannya, AR (51), warga Banten, telah merencanakan pembunuhan tersebut sejak lama.
Kapolresta Banyumas Kombes Petrus P Silalahi mengatakan, tersangka Y bersama AR merencanakan pembunuhan sejak bulan Januari 2026.
“Sudah direncanakan sejak Januari oleh tersangka Y dan AR. AR awalnya menyarankan agar Y menyantet suaminya,” kata Petrus saat konferensi pers di Mapolresta Banyumas, Kamis (2/7/2026).
Tersangka Y lalu membiayai AR untuk pergi ke dukun. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
“Kemudian pada bulan April AR menyampaikan ide untuk membunuh korban dengan disuntik racun, Y setuju dengan rencana tersebut,” ujar Petrus.
Y menjanjikan akan memberikan imbalan kepada AR berupa uang Rp 250 juta dan satu unit sepeda motor apabila berhasil membunuh suaminya.
Tersangka AR lalu mengajak temannya, tersangka JN (42) ke Banyumas dengan dalih akan mengambil sepeda motor.
Keduanya tiba di Banyumas pada Jumat (26/6/2026) dini hari dengan mobil rental beserta sopirnya SR (28) yang juga telah ditetapkan menjadi tersangka.
Namun rencana membunuh dengan cara disuntik racun tersebut urung dilakukan karena AR tidak berhasil mendapatkannya.
“Ketiganya (tersangka Y, AR, dan JN) mematangkan rencana (pembunuhan) di sebuah hotel. Y sempat tanya kepada AR soal suntikan dan obat bius, tapi tidak ada, jadi diputuskan dengan alat seadanya,” jelas Petrus.
Diberitakan sebelumnya, EM ditemukan tewas di rumahnya sekaligus bengkel mobil di Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Sabtu (27/6/2026) dini hari.
Polisi menetapkan empat tersangka, yaitu istrinya sendiri berinisial Y dan selingkuhannya, AR, lalu JN dan RS.
Peristiwa tersebut dilatarbelakangi keinginan Y untuk menguasai harta korban dan menikah dengan selingkuhannya, AR. Y bahkan menjanjikan imbalan hingga Rp 250 juta kepada para eksekutor pembunuhan.
“Motifnya adalah kombinasi antara ekonomi dan hubungan asmara. Tersangka utama (Y) menjanjikan sejumlah uang kepada pelaku lain untuk menjalankan aksi tersebut,” ungkap Petrus kepada wartawan, Rabu (1/7/2026).
Petrus menjelaskan, hubungan Y dan AR bermula dari perkenalan di Tiktok pada bulan Agustus 2025 lalu.
“Hubungan tersebut berkembang menjadi kedekatan pribadi hingga muncul rencana untuk menghabisi korban,” ujar Petrus.







