JurnalBanten.id, Solo – Seorang pengamen diamankan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Solo setelah diduga menampar pengunjung sebuah warung makan di kawasan Singosaren, Kecamatan Serengan, Selasa (26/5/2026) malam.
Pelaku berinisial M diduga melakukan penamparan karena tidak diberi uang oleh pengunjung warung makan tersebut.
Kepala Satpol PP Kota Solo, Didik Anggono, mengatakan pihaknya menerima laporan warga yang terganggu dengan ulah pengamen tersebut.
“Pada waktu ada aduan itu sebenarnya si pelaku itu sudah pergi. Kita cari informasi ke beberapa warung tempat biasa dia nongkrong akhirnya ketemu di Jebres belakang Kampus UNS,” kata Didik saat dikonfirmasi di Solo, Jawa Tengah, Rabu (27/5/2026).
Menurut Didik, pelaku diamankan sekitar pukul 23.00 WIB saat sedang menghitung uang hasil mengamen di salah satu warung di kawasan Jebres.
“Dia sedang menghitung uang di salah satu warung di Jebres. Itu jam 11 malam,” ungkapnya.
Didik mengatakan, pelaku saat ini menjalani pembinaan di rumah singgah milik Dinas Sosial Kota Solo.
Selain diberi peringatan, pelaku juga diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.
“Pembinaannya karena ini kejadian seperti itu, yang pertama jangan diulangi ya,” imbuh Didik.
Menurut dia, pelaku sebenarnya dikenal cukup sopan saat mengamen. Namun, pihaknya belum mengetahui pasti penyebab pelaku melakukan penamparan.
“Dia itu sebenarnya sopan, malah suka mendoakan. Tapi kok ini malah kejadian itu,” ujar Didik.
Sementara itu, Wali Kota Solo Respati Ardi mengapresiasi operasi yang dilakukan Satpol PP Kota Solo dalam menindaklanjuti laporan masyarakat.
Menurut Respati, langkah cepat tersebut penting untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat di ruang publik.
“Respons cepat Satpol PP terhadap laporan warga merupakan bagian penting dari upaya Pemkot Solo dalam memberikan jaminan rasa aman di ruang publik,” katanya.
Respati menegaskan Pemerintah Kota Solo akan terus mendorong penanganan yang tegas namun tetap mengedepankan pembinaan.
“Keamanan warga dan ketertiban ruang publik menjadi hal penting agar masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman,” ungkap Respati.







