Jurnalbanten.id, KAB.TANGERANG –Sebuah perusahaan bernama PT. GME yang berada di Pergudangan Dadap Indah, masih beroperasi Kucing-kucingan/Red. Minimnya pengawasan dan panjangnya birokrasi penindakan menjadi salah satu celah para pengusaha yang diduga ilegal dalam melancarkan kegiatannya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dari investigasi team dilapangan, didapati perusahaan tersebut beroperasi lebih tertutup, hingga merubah jam operasional kerja mereka, meskipun salah satu gudangnya telah di Police Line.

Lebih jauh, dari informasi dilapangan bahwa salah satu Gudang Milik PT. GME yang berlokasi di Blok GE 9, telah dilakukan pembatasan dengan cara dipasangkan Police Line oleh pihak yang digadang-gadang Kementerian Perdagangan.

Kendati demikian, sebagai bentuk kontribusi kepada Negeri, Ketua Garuda Hitam Investigasi Team ( GHIT ) mengatakan pihaknya masih melakukan monitoring dan mendalami pergerakan perusahaan tersebut. Dengan cara menyebarkan team investigator di kawasan pergudangan Dadap Indah.

” Kami masih menugaskan personil di beberapa titik lokasi gudang yang diduga milik PT. GME, bahkan kami juga menemukan adanya dugaan seorang pria yang dijadikan mata-mata ( informan ) yang digaji oleh pihak perusahaan untuk mengawasi aktivitas diluar gudang dan pria ini ada hubungannya dengan seorang wanita di perusahaan tersebut ” ungkap shem

Kita juga terus mengawasi bahwa ada dugaan upaya untuk membuka police Line di sebuah gudang yang berada di GE 9, namun kita nantikan saja perjalanan kasus ini ” tutup shem Ketua GHIT.