JurnalBanten.id, Bandung – Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail turun langsung mengecek kesehatan ribuan hewan kurban di sejumlah lapak penjualan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (20/5/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam inspeksi bersama Wakil Bupati dan Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Bandung Barat itu, Jeje memastikan hewan kurban yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi sehat dan aman dikonsumsi.

Dari hasil pemeriksaan di 47 lapak hewan kurban, tercatat sebanyak 2.069 ekor sapi dan 760 ekor domba dinyatakan sehat.

“Kami bersama Pak Wakil dan Ibu Kadis Perikanan dan Peternakan KBB memeriksa lapak penjualan hewan kurban yang ada di Kabupaten Bandung Barat,” kata Jeje saat ditemui di kandang, Rabu (20/5/2026).

Jeje menjelaskan, sidak tersebut dilakukan untuk memberi rasa aman dan memastikan kesehatan sebelum nantinya disembelih dan dikonsumsi pada hari raya kurban.

“Kami ingin memastikan masyarakat yang akan membeli hewan kurban mendapatkan hewan yang aman, sehat, dan sesuai syariat,” ujar Jeje.

Selain memeriksa kondisi hewan, Pemkab Bandung Barat juga memperketat antisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), dan Brucellosis.

Jeje mengatakan, vaksinasi terhadap penyakit tersebut diberikan gratis kepada peternak di Bandung Barat dan rutin dilakukan setiap tahun.

“Terkait penjagaan terhadap PMK di Bandung Barat, sesuai instruksi Bupati, vaksinasi untuk PMK, LSD, dan Brucellosis diberikan secara gratis di Kabupaten Bandung Barat,” sebut Jeje.

Pemkab Bandung Barat juga meminta masyarakat membeli hewan kurban yang sudah diberi label sehat dari Dispernakan Bandung Barat agar kualitas dan kesehatannya terjamin.

Sementara itu, pemilik lapak hewan kurban di Kecamatan Cisarua, M Gilang Ramadhan (17), mengaku kesehatan hewan baik sapi maupun domba menjadi prioritas utama.

“Untuk perawatan pasti distabilkan. Kami juga ada dokter khusus yang setiap hari memeriksa,” ujar Gilang.

Selain perawatan fisik, Gilang juga memastikan kebersihan kandang menjadi faktor penting akan perawatan hewan yang sehat.

Dengan demikian, virus maupun bakteri yang kerap menyerang sapi tidak menyerang hewan-hewan kurban miliknya.

“Di sini ukuran sapi ada yang mulai dari 200 kilogram sampai 1 ton up. Kalau harga mulai Rp 16 juta sampai Rp 100 juta. Jadi, kalau jenis yang besar memang kami penggemukan,” tutur Gilang.