JurnalBanten.id, Sumsel – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan terus mengintensifkan upaya penertiban senjata api ilegal melalui Operasi Senpi Musi 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hingga hari ke-16 pelaksanaan operasi, aparat berhasil mengamankan ratusan pucuk senjata api dari berbagai wilayah di provinsi tersebut.

Capaian ini menunjukkan adanya perkembangan signifikan dalam penanganan peredaran senjata api ilegal yang selama ini berpotensi memicu tindak kriminal dan konflik sosial di masyarakat.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menyampaikan bahwa hasil operasi hingga saat ini cukup menggembirakan, meskipun masih ada sejumlah target yang terus dikejar.

“Hingga hari ke-16 pelaksanaan operasi, capaian yang diperoleh menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Namun demikian, kami terus melakukan evaluasi terhadap target-target yang belum terungkap agar seluruh sasaran operasi dapat diselesaikan secara profesional, terukur, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” katanya di Palembang, Senin (29/6/2026).

Berdasarkan analisis dan evaluasi yang dilakukan, aparat kepolisian telah mengungkap sebanyak 29 kasus.

Rinciannya terdiri dari 28 target operasi (TO) dan satu kasus non-TO, atau setara dengan 68 persen dari total 41 target yang telah ditetapkan sejak awal operasi.

Dalam pelaksanaan operasi tersebut, sejumlah satuan wilayah berhasil mencapai target pengungkapan secara maksimal. Hal ini menunjukkan efektivitas koordinasi dan kerja lapangan di tingkat daerah.

Lima wilayah yang telah mencapai 100 persen target pengungkapan antara lain:

Polrestabes Palembang

Polres Ogan Komering Ilir

Polres Muara Enim

Polres Musi Rawas Polres Lahat.

Melalui penegakan hukum, aparat kepolisian berhasil menyita berbagai jenis senjata api dan amunisi dari para pelaku. Barang bukti tersebut meliputi:

9 pucuk senjata api laras panjang

26 pucuk senjata api laras pendek

109 butir amunisi laras panjang

70 butir amunisi laras pendek.

Adapun jumlah senjata yang diserahkan secara sukarela mencapai:

125 pucuk senjata api laras panjang

.  109 pucuk senjata api laras pendek

Sejumlah amunisi.

Total keseluruhan senjata api yang berhasil diamankan, baik melalui penindakan maupun penyerahan sukarela, mencapai ratusan pucuk.