JurnalBanten.id, Sumatera Utara- Niat baik berujung duka mendalam terjadi di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Seorang pemuda bernama Muhammad Sahili (21) tewas mengenaskan setelah mencoba melerai sebuah perkelahian.
Warga Dusun II Paluh Tabuhan, Desa Lubuk Kertang, Kecamatan Brandan Barat ini mengembuskan napas terakhirnya usai ditikam dan dikeroyok secara brutal oleh segerombolan orang.
Insiden berdarah tersebut dikonfirmasi oleh Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Ghulam Yanuar Lutfi. Ia menjelaskan bahwa aksi penganiayaan tersebut terjadi di Lapangan Bola Ketapa Negeri Aru, Lingkungan II, Kelurahan Bukit Jengkol, Kecamatan Pangkalan Susu, pada Rabu (20/5/2026) malam.
Kejadian bermula saat korban sedang melintas di lokasi dengan mengendarai sepeda motor. Di tengah jalan, korban melihat ada keributan dan perkelahian. Karena mengenali salah satu orang yang terlibat baku hantam, Sahili berinisiatif turun untuk meredakan situasi.
“Korban melihat yang berkelahi dikenalnya, lalu mencoba melerai. Namun, respons para pelaku justru berbalik menyerang korban secara membabi buta,” ujar AKP Ghulam, Sabtu (23/5/2026).”Korban melihat yang berkelahi dikenalnya, lalu mencoba melerai. Namun, respons para pelaku justru berbalik menyerang korban secara membabi buta,” ujar AKP Ghulam, Sabtu (23/5/2026).
Secara brutal, segerombolan orang tersebut menyerang korban. Salah satu pelaku menikam paha kanan korban dengan sebilah pisau. Tidak sampai di situ, korban yang sudah terluka juga dihantam menggunakan kayu di bagian kepala, wajah, hingga sekujur tubuhnya.
Warga yang melihat korban terkapar bersimbah darah langsung melarikannya ke Puskesmas Bukit Jengkol. Namun sayang, sebelum sempat mendapatkan tindakan medis, nyawa pemuda malang tersebut tidak dapat terselamatkan.
Berdasarkan hasil visum resmi dari Rumah Sakit Pertamina Pangkalan Brandan, korban mengalami luka tusuk parah di paha kanan serta patah tulang hidung akibat hantaman benda tumpul.
Bergerak cepat pasca-kejadian, Tim Satreskrim Polres Langkat langsung melakukan perburuan intensif. Hasilnya, petugas berhasil meringkus empat orang pelaku pengeroyokan dalam waktu singkat di lokasi berbeda.
Dua pelaku pertama, yakni Alvin Lubis dan Zul Firman Siregar, ditangkap di Dusun I Delima, Desa Paya Tampak, Kecamatan Pangkalan Susu, pada Kamis (21/5/2026).
“Setelah dilakukan pengembangan, kami kembali menangkap dua pelaku lainnya, yaitu Muhammad Faisal dan Rizky Sualdi Lubis di Jalan Pangkalan Brandan, Kelurahan Beras Basah,” tambah Ghulam.
Saat ini, keempat pelaku sudah dijebloskan ke sel tahanan Mapolres Langkat dan tengah menjalani pemeriksaan intensif.
Polisi masih terus mendalami kasus ini untuk mengetahui motif pasti di balik aksi penyerangan brutal yang merenggut nyawa tersebut.







