JurnalBanten.id, Kalimantan Utara – Unit Reskrim Polsek Sebatik Timur, Nunukan, Kalimantan Utara, membongkar kasus ‘Ninja Sawit’ yang terjadi di sejumlah lokasi perkebunan sawit di Pulau Sebatik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Satu pelaku berinisial SR alias Anchu (27) berhasil diringkus, sementara pelaku lain, MA (30), masih dalam pengejaran polisi. Kedua pelaku merupakan warga RT 07, Desa Tanjung Harapan, Sebatik Timur.

Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Sunarwan menuturkan, pengungkapan kasus berawal dari masuknya tiga laporan polisi terkait pencurian buah pisang dan kelapa sawit warga yang terjadi akhir Mei hingga awal Juni 2026.

Akibat perbuatan para pelaku, total kerugian yang dialami korban diperkirakan mencapai Rp 7,8 juta.

Laporan pertama dibuat oleh Saharuddin, dengan kerugian sekitar Rp 2,8 juta. Lalu dari Sabaruddin, dengan akumulasi kerugian sekitar Rp 2 juta dan terakhir, Samsuardi, dengan laporan kerugian sekitar Rp 3 juta.

“Kami menemukan petunjuk di lapangan berupa karpet lumpur mobil truk yang tertinggal di lokasi kejadian. Kami lakukan pengembangan hingga akhirnya mengarah ke identitas pelaku,” ujar Sunarwan, Jumat (12/6/2026).

Setelah mengantongi identitas pelaku, polisi melanjutkan penyelidikan dan berhasil mengamankan SR di kediamannya.

Dari pengakuan SR, ia bersama temannya memulai aksi dengan memgamati lokasi sasaran menggunakan sepeda motor.

Setelah memastikan kondisi kebun sepi dan pemilik tidak berada di lokasi, pelaku membawa truk untuk mengangkut hasil curian. Entah itu buah pisang atau tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.

Buah curian, kemudian dijual ke pengepul, dan hasilnya dibagi dua.

“Hasil pemeriksaan sementara, pelaku adalah pecandu narkoba. Motif pelaku melakukan pencurian karena membutuhkan uang untuk membeli narkotika jenis sabu dan dikonsumsi,” jelas Kapolsek.

Saat ini, tersangka SR telah diamankan di Mapolsek Sebatik Timur. Polisi juga terus melakukan pengembangan terhadap jaringan maupun kemungkinan adanya lokasi kejadian lainnya yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Sunarwan juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila mengetahui keberadaan pelaku yang masih dalam pencarian.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, masing masing satu buah tombak sawit, sebilah sabit, sebilah parang, satu buah senter kepala, serta selembar karpet lumpur mobil truk yang menjadi petunjuk awal dalam proses penyelidikan.