JurnalBanten.id, Surabaya – Polisi masih menelusuri total kerugian materiil dalam kasus penyekapan kakek Kusnadi Chandra (80) oleh kekasih anaknya, Lisa Andriana (31).
Aparat kepolisian sempat mengungkap bahwa korban kehilangan uang hingga Rp 2 miliar dan emas batangan seberat 1 kilogram.
Mengenai hal itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan, pihaknya masih melakukan penelusuran terkait uang yang sudah dihabiskan pelaku.
“Kita masih menelusuri rekening pelaku, untuk mengetahui berapa total yang sudah digunakan, termasuk yang diambil dari rekening korban,” kata Luthfie di Polrestabes Surabaya, Kamis (4/6/2026).
Selain itu, Polrestabes Surabaya juga menggali informasi terkait emas yang sudah diambil tersangka. Sebab, korban tidak ingat total harta yang dimiliki sebelumnya.
Luthfie mengungkapkan, penelusuran tersebut untuk mengetahui jumlah total kerugian yang dialami oleh korban.
“Emas yang ada di rumah korban masih terus didata karena memang agak lupa, tapi cukup banyak. Saat ini kita terus komunikasi dengan korban untuk jumlah keseluruhan kerugian yang dialami,” jelasnya.
Lebih lanjut, kata Luthfie, tersangka diketahui sempat tinggal di sebuah apartemen di Surabaya. Namun, belum diketahui uang yang digunakan tersangka untuk membayar apartemen itu.
“Selama tinggal di Surabaya tinggal di apartemen yang rate-nya Rp 2,8 juta per hari, selama 6 bulan. Itu korban pahamnya dibayar tersangka, nyatanya diambil dari kartu ATM korban,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang kakek bernama Kusnadi Chandra (80) diculik dan disekap oleh kekasih anaknya di Surabaya, Jawa Timur.
Peristiwa bermula pada Oktober 2025 saat Lisa Andriana berjanji bertemu Kusnadi di suatu tempat. Namun, setibanya di lokasi, Kusnadi justru disekap oleh dua orang dan dikurung di sebuah apartemen.
Korban tidak menyadari bahwa otak di balik penyekapan dan penculikannya adalah Lisa.
“Saat ditemukan, korban justru meminta polisi menyelamatkan tersangka karena mengira mereka sama-sama disekap,” ujarnya.







