JurnalBanten.id, Ponorogo – Dua warga negara asing (WNA) yang mengaku berasal dari Dubai diduga melakukan pencurian dengan modus menukar uang di sebuah toko perabotan di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Aksi yang terjadi pada Senin (9/6/2026) siang itu terekam kamera pengawas (CCTV) toko.

“Modusnya seperti gendam, modusnya tukar uang. Yang diambil total Rp 5 juta,” ujar Hamim, salah satu pegawai Toko Agro Kemuning, Rabu (10/6/2026).

Hamim mengatakan, dua pria asing tersebut datang menggunakan mobil berwarna silver tanpa pelat nomor kendaraan dan berpura-pura menjadi pembeli.

Mereka mendatangi Toko Agro Kemuning di Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Banyudono, Kecamatan Ponorogo, dengan alasan hendak membeli benih tomat.

“Katanya mau beli benih tomat. Ya saya ambilkan dan memberikan benih tomat tersebut. Lalu masuk ke dalam mendekati kasir begitu,” kata Hamim.

Menurut Hamim, saat berada di dekat kasir, salah satu pria asing meminta menukar dua lembar uang pecahan Rp 50.000 dengan satu lembar uang Rp 100.000.

Namun, ketika perhatian pegawai teralihkan, salah satu pelaku diduga membuka laci kasir dan mengambil uang yang ada di dalamnya.

“Orang itu langsung membuka laci kasir dan langsung mengambil uang. Teman saya yang di kasir dan pegawai lain enggak ada yang teriak, hanya diam saja. Seperti bingung,” jelasnya.

Aksi tersebut diduga memanfaatkan kelengahan pegawai yang sedang berada di area kasir.

Pemilik toko, Ihwan, mengaku baru menyadari uang di dalam laci kasir berkurang beberapa menit setelah kedua pria tersebut meninggalkan lokasi.

“Kerugian ditaksir mencapai Rp 4,5 juta hingga Rp 5 juta. Baru tahu setelah beberapa menit mereka meninggalkan toko,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Sambit AKP Baderi mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari korban dan saat ini tengah melakukan penyelidikan.

Polisi mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman CCTV, untuk mengidentifikasi pelaku dan mengungkap kasus pencurian tersebut.

“Laporan sudah kami terima dan kami lakukan serangkaian penyelidikan,” kata Baderi.